Senin, 16 April 2012

Profesi Akuntan Publik - Case ENRON Corp.


Di dalam artikel yang berjudul “ENRON: A FINANCIAL REPORTING FAILURE”, dibahas mengenai kasus kebangkrutan Enron Corporation. Kebangkrutan Enron Corporation yang diawali dengan berbagai pengungkapan kejanggalan akuntansi membuat banyak orang ragu pada keandalan akuntansi dan standar pelaporan keuangan yang berlaku. Artikel ini mencoba memeriksa dua isu pelaporan keuangan Enron, yaitu: Konsolidasi entitas bertujuan khusus (SPEs) dan penerbitan saham untuk wesel tagih.
            Hal yang pertama dilakukan adalah memeriksa kinerja keuangan Enron selama 10 tahun sebelum deklarasi kebangkrutan. Analisis ini menunjukkan peningkatan ukuran kinerja kunci dari tahun 1997-2000. Dengan menggunakan metrics yang dikembangkan oleh Beneish (1997) untuk mengukur kemungkinan manajemen laba, ditemukan tingginya probabilitas manipulasi laba dalam laporan keuangan Enron selama beberapa tahun sebelum kebangkrutannya.

Penglihatan Pasar Mengenai Kinerja Keuangan Enron
Awalnya manajemen Enron dianggap berbakat dan agresif dengan bisnis yang terdepan dan inovatif. Pasar melihat melihat laporan keuangan tahunan perusahaan yang melaporkan peningkatan pendapatan delapan kali lipat antara tahun 1997-2000.


Tabel tersebut menggambarkan bahwa pada empat tahun terakhir adalah suatu perkembangan dari enam tahun sebelumnya. Tabel tersebut juga menyorot empat indicator keuangan yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, yaitu: Laba sebelum pos luar biasa (IBE), Arus Kas dari Operasi (CFO), Pendapatan Komprehensif (CI), dan Arus Kas Bebas (FCF). Antara tahun 1991-1996, keempat indicator ini bergerak bersama-sama dan dalam kisaran yang sempit. Namun tahun 1997, keempat indicator tersebut menyimpang dan meningkat dalam volatisitas.

Potensi untuk Manajemen Laba
Kasus Enron dianggap sebagai kasus manajemen laba. Manajemen laba yaitu manipulasi aktif dari hasil akuntansi untuk tujuan memberi kesan baik pada perubahan kinerja bisnis. Perilaku tersebut jelas salah, tetapi tidak ada sinyal untuk mengingatkan pasar mengenai potensi kecurangan ini. Pada tahun 1987, Komisi Treadway menyediakan pedoman yang spesifik untuk menilai risiko penipuan pelaporan keuangan. Komisi mencatat tiga pengaruh utama pada pelaporan keuangan: Tekanan Kinerja, Masalah Pengawasan, dan Perubahan Kondisi Struktural.
            Enron merupakan perusahaan yang menempatkan tekanan yang besar pada manajemen untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja operasi. Dalam pengawasannya, perusahaan mempekerjakan kepemilikan kompleks dan struktur keuangan untuk melaksanakan strategi bisnisnya yang akhirnya menyulitkan para analis, auditor, dan regulator untuk memonitor operasinya. Akhirnya, Enron dipengaruhi oleh banyak perubahan dalam lingkungan bisnis sehingga memengaruhi pelaporan.

Akuntansi dan Aturan Pelaporan Keuangan
Aturan Konsolidasi
ARB 51 memberikan aturan umum untuk menggabungkan hasil keuangan dari entitas terkait. Yang menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasi diperlukan untuk keadilan presentasi ketika salah satu perusahaan dalam grup tersebut langsung atau tidak langsung memiliki pengendalian pada perusahaan lain. Selain itu, ARB 51 juga mendefinisikan kepentingan keuangan pengendali sebagai “hak mayoritas”.

Akuntansi Metode Ekuitas
Ketika SPE tidak dikonsolidasikan dengan entitas lain, investasi dalam EBK dicatat dengan metode ekuitas di bawah APB 18. Berdasarkan metode ekuitas, investor mencatat investasi awal investee sebesar biaya perolehan. Maka nilai tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba  atau rugi perusahaan setelah tanggal investasi.

Penerbitan Saham untuk Wesel
Dalam beberapa kasus, saham yang diterbitkan oleh perusahaan ke SPE merupakan pertukaran untuk wesel. Ini menyimpulkan bahwa wesel sebagai asset umumnya tidak tepat. Sebaliknya, wesel harus mengurangi agio saham pada bagian ekuitas dalam neraca.

Sebab-sebab Bangkrutnya Enron
Dalam proses pengusutan sebab-sebab kebangkrutan itu Enron dicurigai telah melakukan praktek window dressing. Manajemen Enron telah menggelembungkan (mark up) pendapatannya US$ 600 juta, dan menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 miliar. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dengan trik-trik manipulasi yang tinggi dan tentu saja orang-orang ini merupakan orang bayaran dari mulai analis keuangan, para penasihat hukum, dan auditornya.
Skandal ini semakin terlihat bahwa ternyata banyak pejabat tinggi gedung putih dan politisi di Senat Amerika Serikat pernah menerima kucuran dana politik dari perusahaan ini. Bahkan tercatat 35 pejabat penting pemerintahan George W. Bush merupakan pemegang saham Enron. Dalam daftar perusahaan penyumbang dana politik, Enron tercatat menempati peringkat ke-36, dan penyumbang peringkat ke-12 dalam penggalangan dana kampanye Bush. Akibat pertalian semacam itu, banyak orang curiga pemerintahan Bush dan para politisi telah dan akan memberikan perlakuan istimewa, baik dalam bisnis Enron selama ini maupun dalam proses penyelamatan perusahaan itu.[1]
Disatu sisi, kesalahan perlakuan akuntansi Enron untuk posisi keuangan terlihat jelas, namun kesimpulan tentang kecukupan standar akuntansi yang ada kurang jelas. Dalam setiap kasus, Enron melanggar standar pelaporan keuangan dan peraturan pelaporan SEC yang ada. Setelah kebangkrutan Enron, banyak pendapat yang menyatakan bahwa akuntansi tidak cukup salah. Namun laporan keuangan Enron tidak sesuai dengan standar akuntansi yang ada, yang menunjukkan bahwa standar itu sendiri sebenarnya tidak salah. Fokus baru pada persyaratan pelaporan keuangan dapat membawa perubahan yang dibutuhkan dan perbaikan kualitas informasi keuangan yang diberikan kepada investor, seharusnya tidak disalahkan hanya karena kasus Enron. Kegagalan pelaporan keuangan Enron mencoba untuk membuat kesan yang salah tentang kesehatan keuangan. Namun analisis dalam artikel ini menunjukkan bahwa kesalahan pelaporan keuangan Enron menandakan adanya masalah pada kondisi keuangan Enron.
            Runtuhnya Enron memiliki implikasi untuk fungsi bisnis dan pasar modal melebihi standar pelaporan keuangan dan tanggung jawab akuntan. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pengawasan dewan direksi Enron, penasehat keuangan yang membantu perusahaan dalam penataan SPEs-nya, bank-bank, dan pemberi pinjaman lain, broker, analis, dan penasehat investasi lainnya yang mengabaikan tanda-tanda peringatan terjadinya masalah dalam laporan keuangan Enron. Semua pihak secara aktif membantu manajemen Enron dalam upaya mendistorsi presentasi wajar kondisi keuangan perusahaan. Investigasi kongres terbaru menunjukkan bahwa Citigroup Inc, JP Morgan Chase&Co, dan regulator federal bersalah dalam memfasilitasi manipulasi keuangan Enron.
            Dengan demikian, solusi non-akuntansi juga diperlukan. Apakah kebijakan hukum dan perubahan peraturan diperlukan untuk menjamin pengawasan yang memadai dalam memantau kegiatan dan laporan bisnis canggih seperti Enron. Kegagalan Enron ini awalnya dikaitkan dengan akuntansi dan pelaporan keuangan, yang selanjutnya akan mengangkat isu-isu yang lebih luas dari tata kelola perusahaan dan peraturan yang mungkin akan menjadi bahan perdebatan dalam beberapa tahun mendatang.
            Dampak dari permasalahan ini, Enron pailit, kurangnya kepercayaan atas informasi keuangan, rusaknya citra profesi akuntan di Amerika, dan hilangnya ratusan juta dolar uang yang diinvestasikan di Enron serta hilangnya pekerjaan atas ribuan karyawan Enron. Skandal Enron tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan akuntansi Arthur Andersen. Dampak Akibat Kasus Enron3 dan KAP Andersen, mempunyai implikasi terhadap pembaharuan tatanan kondisi maupun regulasi praktik bisnis di Amerika Serikat salah satunya menimbulkan Sarbanes-Oxley Act mengalami perubahan-perubahan, yaitu Kantor Akuntan Publik membutuhkan persetujuan dari komite audit perusahaan sebelum melakukan audit. Setiap perusahaan memiliki komite audit ini karena definisinya diperluas, yaitu jika tidak ada, maka seluruh dewan komisaris menjadi komite audit. KAP harus segera membuat laporan kepada komite audit yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan, alternatif perlakuan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan, pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. Akibat kasus tersebut kini kredibilitas akuntan publik menjadi jatuh terutama disebabkan oleh keterlibatan Arthur Andersen salah satu KAP terbesar di dunia di dalam skandal tersebut. Akuntan Publik tidak lagi dipandang sebagai
profesi yang unik melainkan sebagai industri yang tidak lepas dari kepentingan bisnis yang sempit.[2]

AKTIFITAS DAN STRUKTUR KANTOR AKUNTAN PUBLIK
Aktifitas Kantor Akuntan Publik
KAP menyediakan jasa audit, jasa atestasi, dan assurance lainnya. Jasa-jasa tambahan yang biasanya diberikan oleh KAP meliputi:
1.    Jasa Akuntansi dan Pembukuan;
2.    Jasa Perpajakan; dan
3.    Jasa Konsultasi Manajemen.

Selain itu, KAP juga terus mengembangkan produk dan jasa baru, termasuk perencanaan keuangan, penilaian usaha, akuntansi forensic, audit internal yg disubkontrakkan (outsourcing),serta jasa penasihat teknologi informasi.

Struktur Kantor Akuntan Publik
Tiga faktor utama yang memengaruhi strktur organisasi KAP adalah:
1.    Kebutuhan Independensi dari Klien
Independensi memungkinkan auditor tidak bias dalam menarik kesimpulan tentang laporan keuangan.
2.    Pentingnya struktur untuk memicu kompetensi
Kompetensi memungkinkan auditor melaksanakan audit dan melakukan jasa-jasa lain secara efisien dan efektif.
3.    Meningkatnya risiko tuntutan hukum yang dihadapi auditor
Dalam satu dasawarsa, KAP mengalami peningkatan biaya yang berkaitan dengan tuntutan hukum. Beberapa struktur organisasi dapat memberikan tingkat perlindungan tertentu bagi setiap anggota KAP.

GAAS, SAS, DAN QUALITY CONTROL
GAAS
GAAS (Generally Accepted Auditing Standards) merupakan 10 standar audit yang berlaku umum, yang disusun oleh IAPI dan dikembangkan oleh DSPAP. Kesepuluh standar itu dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1.    Standar umum
Menekankan pada pentingnya kualitas pribadi yang dimiliki auditor.
a.    Audit harus dilakukan oleh orang yang sudah mengikuti pelatihan dan memiliki kecakapan teknis yang memadai sebagai seorang auditor.
b.    Auditor harus mempertahankan sikap mental yang independen dalam semua hal yang berhubungan dengan audit.
c.    Auditor harus menerapkan kemahiran professional dalam melaksanakan audit dan menyusun laporan.

2.    Standar pekerjaan lapangan
Menyangkut pengumpulan bukti dan aktivitas lain selama pelaksanaan audit yang sebenarnya.
a.    Auditor harus merencanakan pekerjaan secara memadai dan mengawasi semua asisten sebagaimana mestinya.
b.    Auditor harus memeroleh pemahaman yang cukup mengenai entitas serta lingkungannya, termasuk pengendalian internal, untuk menilai risiko salah saji yang signifikan dalam laporan keuangan karena kesalahan atau kecurangan, dan untuk merancang sifat, waktu, serta luas prosedur audit selanjutnya.
c.    Auditor harus memeroleh cukup bukti audit yang tepat dengan melakukan prosedur audit agar memiliki dasar yang layak untuk memberikan pendapat yang menyangkut laporan keuangan yang diaudit.

3.    Standar pelaporan
Mengharuskan auditor menyiapkan laporan mengenai laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapan informasi. Standar ini juga mensyaratkan bahwa laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan mengidentifikasi keadaan dimana GAAP tidak diterapkan secara konsisten dalam tahun berjalan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
a.    Auditor harus menyatakan dalam laporan auditor apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP).
b.    Auditor harus mengidentifikasi dalam laporan auditor mengenai keadaan dimana prinsip-prinsip tersebut tidak secara konsisten diikuti selama periode berjalan jika dikaitkan dengan periode sebelumnya.
c.    Jika auditor menetapkan bahwa pengungkapan yang informative belum memadai, maka auditor harus menyatakannya dalam laporan auditor.
d.    Auditor harus menyatakan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan, atau menyatakan bahwa suatu pendapat tidak bisa diberikan dalam laporan auditor. Jika tidak dapat menyatakan satu pendapat secara keseluruhan, maka auditor harus menyatakan alasan-alasan yang mendasarinya. Dalam semua kasus, jika nama seorang auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka auditor itu harus dengan jelas menunjukkan sifat pekerjaan auditor, serta tingkat tanggung jawab yang dipikul auditor.

SAS
SAS (Statement on Auditing Standards) merupakan laporan tentang standar pemeriksaan keuangan yang dikeluarkan oleh ASB (Auditing Standards Board), yaitu badan teknis senior dari AICPA yang ditunjuk untuk mengeluarkan pernyataan pada masalah audit yang berlaku untuk penyusunan dan penerbitan laporan audit untuk nonissuer. Aturan 201 dan 202 dari Kode Etik Profesional AICPA mengharuskan anggota AICPA yang melakukan audit dari nonissuer untuk memenuhi standar yang diumumkan oleh ASB. Auditor harus memiliki pengetahuan yang cukup dari SAS untuk mengidentifikasi mereka yang cukup dari SAS untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat diaplikasikan untuk auditnya dan harus siap untuk membenarkan penyimpangan dari SAS tersebut.

Quality Control
Bagi sebuah KAP, pengendalian mutu terdiri atas metode-metode yang digunakan untuk memastikan bahwa kantor itu memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien dan pihak-pihak lain. Pengendalian mutu berkaitan erat dengan GAAS. Untuk memastikan bahwa standar audit yang berlaku umum diikuti dalam setiap audit, KAP mengikuti prosedur pengendalian mutu khusus yang membantu memenuhi standar-standar itu secara konsisten pada setiap penugasan. Oleh karena itu, pengendalian mutu ditetapkan untuk KAP secara keseluruhan, sedangkan GAAS dapat diterapkan pada setiap penugasan.
            IAPI belum menetapkan prosedur pengendalian mutu yang khusus bagi KAP. Prosedur pengendalian mutu dari sebuah kantor internasional dengan banyak klien multinasional yang kompleks akan berbeda dengan prosedur untuk kantor yang beranggotakan lima orang, yang mengkhususkan diri dalam audit-audit kecil dalam satu atau dua industry. Terdapat lima unsur pengendalian mutu yang harus dipertimbangkan KAP dalam menetapkan kebijakan dan prosedurnya:
1.    Independensi, integritas, dan objektivitas.
2.    Manajemen kepegawaian.
3.    Penerimaan dan kelanjutan klien, serta penugasan.

4.    Criteria penugasan.
5.    Pemantauan.

Standar Professional Akuntan Publik
Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) adalah standar yang dikeluarkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) yang merupakan pedoman perilaku dan ukuran kinerja minimal yang harus dipatuhi/dicapai oleh akuntan public dalam memberikan jasa profesinya. SPAP ini diperlukan untuk:
1.    Mengatur perilaku akuntan public dalam menjalankan profesinya;
2.    Memberikan kepastian dan jaminan hukum secara profesi, baik kepada pemakai jasa akuntan public, maupun bagi akuntan public sendiri; dan
3.    Sebagai jawaban atas persyaratan yang dituntut public (masyarakat) atas kualifikasi dan jasa yang diberikan akuntan public.

Standar-standar yang tercakup dalam SPAP adalah:
1.    Standar Auditing
2.    Standar Atestasi
3.    Standar Jasa Akuntansi dan Review
4.    Standar Jasa Konsultasi
5.    Standar Pengendalian Mutu

Jumat, 23 Maret 2012

Pengungkapan Informasi Keuangan


Uji Diri 1
1.    Siapa saja pemakai laporan keuangan?
Pelaporan keuangan seharusnya menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor yang sekarang, yang potensial, dan para pemakai lain dalam mengambil keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa secara rasional.

2.    Mengapa penting untuk mengetahui siapa pemakai laporan keuangan?
Untuk mengetahui keputusan-keputusan mereka.

3.    Apakah investor merupakan kelompok yang homogen? Jika tidak, sebutkan sebanyak mungkin jenis investor sebisa anda?
Investor bukan merupakan kelompok yang homogeny, misalnya dalam hal tujuan investasi, latar belakang pendidikan, dan pengalaman di bidang akuntansi dan keuangan.


Uji Diri 2
1.    Faktor-faktor apa yang memengaruhi tingkatan pengungkapan yang paling diinginkan oleh perseroan?
·         Tergantung pada keahlian pembaca.
·         Tergantung pada standar yang dianggap paling diinginkan.
·         Tergantung pada tingkatan pengungkapan yang diseiakan oleh sumber-sumber lain.

2.    Sebutkan standar-standar yang mengatur pengungkapan!
SFAC 2 oleh FASB, informasi haruslah relevan, tepat waktu dan dapat dimengerti. Informasi juga harus andal, netral, dan disajikan dengan jujur.

3.    Kekuatan-kekuatan apa yang mendorong pengungkapan sukarela? Kekuatan-kekuatan apa yang menghalangi?
Kekuatan yang mendorong :
·         Serikat-serikat pekerja dikatakan memperoleh keuntungan dalam tawar-menawar upah dengan adanya pengungkapan informasi keuangan yang lengkap.
·         Para analisis keuangan dan manajer investasi terdidik baik dalam akuntansi, dan investor lainnya mendapat keuntungan dari penggunaan informasi keuangan dalam pasar yang efisien atau mereka mampu belajar melalui penelitian atas informasi keuangan yang dilaporkan.
Kekuatan yang menghalangi :
·         Pengungkapan akan membantu pesaing dengan merugikan pemegang saham.
·         Seringkali dinyatakan bahwa investor tidak dapat memahami kebijakan dan prosedur akuntansi dan bahwa pengungkapan lengkap hanya akan menyesatkan, bukan menjelaskan.

4.    Badan-badan apa yang mengatur pengungkapan?
·         Otoritas utama di Amerika Serikat : Securities and Exchange Commission (SEC)
·         Kanada : Institute of Chartered Accountants of Ontario
·         Eropa : European Economic Community (EEC)

5.    Apa yang dimaksud dengan Regulation S-X?
Regulasi S-X, yang mengatur bentuk dan isi laporan keuangan, khususnya laporan tahunan yang dikenal dengan 10-K, yang serahkan kepada SEC, dikeluarkan pada tahun 1940 pada saat GAAP masih relatif sedikit.


Uji Diri 3
1.    Apakah ramalan-ramalan keuangan diaudit? Jika tidak, mengapa tidak?
Ramalan-ramalan keuangan tidak diaudit. Karena tidak adanya keandalan dalam pembuatan ramalan telah menjadi masalah yang sangat memprihatinkan manajemen yang takut akan dituntut akibat harapan yang tidak terpenuhi.

2.    Mengapa perusahaan mengungkapkan kebijakan akuntansi mereka?
Pengungkapan kebijakan akuntansi dapat membantu yaitu dengan memungkinkan dicapainya penafsiran yang lebih baik atas laporan keuangan untuk setiap perusahaan dan karenanya mempengaruhi keputusan investasi. Atas dasar asumsi ini, APB dalam opinion no.22 menyimpulkan bahwa informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan perlu untuk menghasilkan penyajian laporan yang wajar. Asumsi ini juga didukung oleh hasil sebuah penelitian empiris yang menemukan bahwa investor memang bereaksi terhadap isi maupun seni pengungkapan itu sendiri.

3.    Tingkatan pengungkapan apa yang anda inginkan dalam sebuah catatan kaki yang mengumumkan adanya perubahan kebijakan akuntansi?
Penggunaan prinsip dan prosedur akuntansi secara konsisten sudah lama dianggap esensial dalam evaluasi atas aktivitas perusahaan dan dalam proyeksi aktivitas masa depan. APB 20 mendukung pandangan ini tetapi menyatakan bahwa, bila dibenarkan, perubahan semacam itu harus diungkapkan dalam laporan keuangan ketika perubahan dilakukan.

4.    Sebutkan kedua jenis peristiwa setelah tanggal neraca. Apa perbedaan keduanya dalam hal perlakuan?
·         Peristiwa yang secara langsung mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan : ASB merekomendasikan bahwa jenis peristiwa ini harus diakui dengan suatu penyesuaian langsung di dalam laporan keuangan bila informasi ini pasti akan dimanfaatkan seandainya sudah tersedia pada tanggal neraca
·         Peristiwa yang mengubah secara material kesinambungan keabsahan nilai-nilai neraca atau hubungan di antara pemegang ekuitas, atau secara material mempengaruhi kegunaan aktivitas tahun lalu yang dilaporkan sebagai prediksi periode berjalan : ASB menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa ini tidak memerlukan penyesuaian, tetapi ASB memang mengatakan bahwa sebaiknya diungkapkan. Menurut pendapat kami, rekomendasi itu seharusnya lebih kuat daripada itu. Pengungkapan yang tepat sama pentingnya untuk peristiwa-peristiwa ini seperti peristiwa-peristiwa serupa yang terjadi selama periode pelaporan.

5.    Dalam hal apa regulasi pengungkapan segmen di A.S. berbeda dengan regulasi di Eropa?
·         Di Amerika Serikat laporan keuangan yang disusun sesuai dengan GAAP AS.  Akan patuh pada International Accounting Standard.
·         Di Eropa sesuai dengan Fourth Directive EEC, dimana yang tidak sekomprehensif.


Uji Diri 4
1.    Bagaimana, kalaupun bisa, format laporan keuangan dapat memengaruhi pengungkapan? Berikan contoh-contoh!
·         Dalam laporan posisi atau neraca, hubungan-hubungan yang relevan dapat diungkapkan dengan mengatur kembali klasifikasi yang mendasar. Misalnya, kewajiban lancar seringkali langsung dikurangkan dari aktiva lancar untuk memperlihatkan modal kerja, walaupun prosedur ini memiliki beberapa kelemahan.
·         Dalam laporan rugi laba, bentuk penyajian yang berlainan dapat menekankan konsep laba yang berbeda atau penafsiran data yang berbeda. Misalnya laporan rugi laba single step.
·         Dalam laporan arus kas, banyak informasi relevan yang dapat disajikan, khususnya jika klasifikasi yang relevan dilakukan dengan hati-hati. Misalnya, klasifikasi pengeluaran kas lebih relevan untuk keperluan prediktif jika pengeluaran itu dikelompokkan menurut perilaku fungsionalnya, seperti karakteristik tetap dan variabel.

2.    Apa hubungan antara catatan kaki dan laporan keuangan formal?
Catatan kaki merupakan peningkatan dalam pelaporan karena menghasilkan pengungkapan secara lebih lengkap peristiwa-peristiwa keuangan dan data keuangan yang relevan. Selain itu, untuk mengungkapkan informasi yang tidak disajikan secara memadai dalam tubuh suatu laporan tanpa mengurangi kejelasan laporan

3.    Apakah laporan dan daftar pelengkapmemuat informasi yang kurang penting dibandingkan dengan yang ada dalam laporan utama? Jika tidak, mengapa informasi yang pentingditempatkan dalam pelengkap?
Tidak, pemisahan informasi ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan arti penting relatif-cara ini digunakan semata-mata agar laporan mudah dibaca dan dimengerti. Biasanya laporan pelengkap menyajikan informasi tambahan atau informasi yang disusun dalam gaya yang berbeda, dan bukan hanya informasi yang lebih terinci. Karena tidak mesti termasuk dalam laporan-laporan yang dicakup dalam laporan akuntan independen, laporan pelengkap ini dapat digunakan sebagai metode untuk mengembangkan dan bereksperimen dengan peraga dan laporan baru.

4.    Apa tujuan pembahasan dan analisis manajemen?
      Agar manajemen bisa mengidentifikasi hal-hal berikut ini :
·         Hasil-hasil arbriter yang disebabkan oleh konvensi pembagian operasi yang kontinyu menjadi periode-periode akuntansi yang tetap.
·         Estimasi,pertimbangan dan asumsi yang mereka gunakan dalam pelaporan keuangan.
·         Ketidakpastian yang signifikan yang mendasari estimasi atau asumsi.

Ekuitas Pemilik


Uji Diri 1
1.    Dari mana teori kepemilikan berasal?
Berasal dari gagasan “hak pemilik muncul dari upaya untuk menetapkan logika pada persamaan pembukuan berpasangan”. Dalam persamaan akuntansi, pemilik adalah pusat kepentingan. Aktiva dianggap dimiliki oleh pemilik dan kewajiban merupakan kewajiban dari pemilik. Salah seorang penulis awal memperlakukan kewajiban sebagai aktiva negative dan dalam persamaan pembukuan pertama, merupakan kekayaan bersih dari pemilik.

2.    Bagaimana teori ekuitas residual berkaitan dengan teori entitas?
Dalam teori entitas, pemegang saham mempunyai ekuitas di dalam perusahaan seperti pemegang ekuitas lain, tetapi pemegang saham tidak dipandang sebagai pemilik.

3.    Dengan cara bagaimana teori perusahaan lebih luas dari teori entitas?
Dalam teori entitas, perusahaan dipandang sebagai unit ekonomi terpisah yang beroperasi terutama untuk kepentingan pemegang ekuitas, dimana dalam teori, perusahaan perseroan adalah suatu lembaga social yang berusaha untuk memberi manfaat bagi banyak kelompok yang berkepentingan. Dalam bentuk yang paling luas, kelompok-kelompok ini mencakup pemegang saham, kreditor, karyawan, pelanggan, pemerintah sebagai wewenang pajak dan sebagai lembaga pengatur, dan masyarakat umum. Jadi, bentuk luas dari teori perusahaan mungkin dipandang sebagai teori akuntansi sosial.

4.    Bagaimana teori dana berbeda dengan teori perusahaan?
Teori dana menyingkirkan hubungan pribadi yang diasumsikan dalam teori kepemilikan, dan personalisasi perusahaan sebagai suatu unit ekonomi dan unit legal dalam teori entitas. Selain itu, teori dana memberi ganti dengan unit dengan unit operasional, atau berorientasi aktivitas sebagai dasar untuk akuntansi.

5.    Teori mana yang anda pilih? Mengapa?
Teori perusahaan. karena teori ini yang berusaha untuk memberi manfaat bagi banyak kelompok  yang berkepentingan.


Uji Diri 2
1.    Apa yang umumnya dianggap merupakan tujuan utama dari klasifikasi ekuitas?
Tujuan paling mendasar dari klasifikasi ekuitas pemegang saham adalah untuk memberikan informasi kepada pemegang saham investor, kreditor, dan kelompok kepentingan lain mengenai efisiensi dan pengurusan manajemen.

2.    Sebutkan tiga pengungkapan potensial yang dapat dicapai dengan klasifikasi ekuitas!
·         Pengungkapan modal legal
·         Pengungkapan restriksi pada disposisi laba
·         Pengungkapan restriksi pada distribusi likuidasi

3.    Definisikan istilah modal legal!
Modal legal adalah nilai pari agregat dari semua saham bernilai pari yang diterbitkan dan pertimbangan agregat yang diterima untuk semua saham yang diterbitkan tanpa nilai pari.

4.    Bedakan antara pengungkapan distribusi yang diniatkan dan pengungkapan restriksi dalam konteks pembayaran dividen!
Asumsi pertama, dividen tunai tidak boleh dibayarkan jika hasilnya akan mengurangi aktiva bersih di bawah total modal disetor perusahaan itu, sekalipun sebagian atau seluruh modal disetor yang lebih tinggi dari nilai pari dapat didistribusikan secara legal. Ini merupakan restriksi yang dengan sendirinya berlaku, yang dipengaruhi oleh pembedaan akuntansi antara modal disetor, prinsip-prinsip akuntansi mensyaratkan hal ini diungkapkan sebagai dividen likuidasi.


Uji Diri 3
1.    Apa pengecualian yang diizinkan ARB 51 untuk konsolidasi? Dan mengapa?
Laporan yang terpisah atau laporan yang digabungkan akan lebih baik untuk anak perusahan atau kelompok anak perusahaan jika penyajian informasi keuangan mengenai aktivitas tertentu dari anak-anak perusahaan itu akan lebih informatif bagi pemegang saham dan kreditur induk perusahaan daripada pemasukan anak-anak perusahaan itu ke dalam konsolidasi.

2.    Perusahaan A mempunyai 60% kepentingan dalam Perusahaan B. jika A dan B mempunyai $10 juta aktiva tetap, berapa nilai yang akan diperlihatkan dalam perusahaan konsolidasi untuk aktiva tetap?
40% x $10juta = $4juta

3.    Dengan cara bagaimana konsolidasi memberikan hasil yang tidak harus konsisten dengan tujuan klasifikasi ekuitas?
·         Klasifikasi konvensional dari ekuitas perusahaan konsolidasi gagal mengungkapkan kemungkinan distribusi laba kepada pemegang saham mayoritas dan minoritas.
·         Klasifikasi konvensional juga gagal mengungkapkan hak-hak berbagai golongan pemegang ekuitas dalam kemungkinan distribusi modal.